Explore Zona Dewasa

Wow! Ngentot Anus dan Vagina di Arisan Syahwat 3

 Tradingan.com - Namun aku tadi mendengar bahwa dia akan bersama teman-temannya? Bagaimana bisa? Ah.. Jangan menjadikan soal. Mas Pur khan pengusaha. Dia pasti memilliki tujuan-tujuan besar untuk pertemuan ini. Bukan hanya semata-mata mencari kesenangan. Dan peranan aku yang ‘menemani’ itu pasti dimaksud untuk lebih melancarkan jalan menuju sasaran besarnya itu. Dan untuk itulah dia berani memberikan imbalan jasa padaku Rp. 1 juta per jamnya. Aku harus tanggap dalam menghadapi hal seperti ini.

“Terserah Mas Pur, kebetulan suami saya juga sedang tugas keluar kota, Kok. Jadi saya bisa bebas,” jawabku sedikit dengan perasaan tergetar. Dalam pikiranku Mas Purnawan akan ‘memakai’ aku selama 4 jam. Hasrat libidoku menggeliat.


“Oo.. Kebetulan, aku lebih suka berhubungan dengan wanita yang telah bersuami, jadinya nggak banyak risiko gitu…” sambil tangannya kembali meraih tanganku.

Namun kali ini pegangan tangannya itu disertai pula dengan remasan halus pada jemariku. Dan remasan itu seperti ‘stroom’ listrik. Menjalar menelusuri urat darah dan saraf-saraf peka dalam tubuhku. Sepertinya aku tak kuasa menerima ‘stroom’ macam ini.

“Untuk makan malam saya telah minta hotel untuk menyiapkan dalam kamar nanti. Habis minum ini kita langsung saja naik ke kamar. Nanti teman-teman saya pasti menyusul ke atas”

Mas Pur mengangkat gelas dan menunggu aku mengangkat gelasku. Kami mengadu gelas kami hingga terdengar suara ‘ting’, kami lantas meneguk minuman yang masih terasa asing di lidahku. Namun aku akan tetap berlagak bahwa hal-hal seperti ini telah biasa aku lakukan pula. Beberapa menit saat berjalan menuju kamar, pandangan mataku mulai melayang. Entah minuman macam apa yang telah kutelan tadi.

Kami memasuki sebuah kamar vvip yang sangat mewah. Sepanjang jalan tak lepas-lepasnya Mas Pur meremasi tanganku sambil merapatkan tubuh harumnya ke tubuhku. Semua suasana dan kondisi ini membuat aku tak sempat lagi bertanya. Aku menerima begitu saja apa yang terjadi. Bahkan aku sadar aku mulai memasuki gerbang yang selama ini tabu bagiku. Aku telah berada di tengah-tengah nalar selingkuh yang penuh ingkar janji setiaku pada suamiku.

Kehausan dan obsesiku sendiri selama ini, yang kemudian dipicu oleh pertemuannya dengani Cecep sopir taksi itu benar-benar mematangkan situasi dan hasrat libidoku. Aku kini bukan hanya telah larut, bahkan aku serasa ingin cepat menggapai nikmatnya badai birahi bersama Mas Purnawan ini. Nafsu syahwatkulah yang menjawab dengan hangat setiap remasan tangannya.

Begitu masuk kamarnya yang sangat mewah dalam pandangan mataku Mas Pur menekan daun pintu. Sesaat kami berpandangan dan saling melepas senyuman sebelum akhirnya kami saling berpagut. Aku gemetar. Sungguh merupakan sensasi hasrat seksualku. Inilah peristiwa pertama dalam hidupku. Aku menyadari bahwa yang kini memeluk dan mencium atau yang kupeluk dan kucium bukanlah Mas Pardi suamiku. Aku menyadari bahwa kini aku sedang berselingkuh meninggalkan janji kesetiaanku pada suamiku. Lanjut baca!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Wow! Ngentot Anus dan Vagina di Arisan Syahwat 3"

Posting Komentar