Iklans.com - Tiba-tiba Mr. Gulam melepaskan diri, kemudian bangkit berdiri di depan Tutik yang masih terduduk di tepi meja, ditariknya Tutik dari atas meja dan kemudian Mr. Gulam gantian bersandar pada tepi meja dan kedua tangannya menekan bahu Tutik ke bawah, sehingga sekarang posisi Tutik berjongkok di antara kedua kaki berbulu Mr. Gulam dan kepalanya tepat sejajar dengan bagian bawah perutnya. Tutik sudah tahu apa yang diinginkan Mr. Gulam, namun tanpa sempat berpikir lagi, tangan Mr. Gulam telah meraih belakang kepala Tutik dan dibawa mendekati kejantanan Mr. Gulam, yang sungguh luar biasa itu.Tanpa mendapat perlawanan yang berarti dari Tutik, kepala penis Mr. Gulam telah terjepit di antara kedua bibir mungil Tutik, yang dengan terpaksa dicobanya membuka mulut selebar-lebarnya, Lalu Tutik mulai mengulum alat vital Mr. Gulam ke dalam mulutnya, hingga membuat lelaki India itu melek merem keenakan.
Benda itu hanya masuk bagian kepala dan sedikit batangnya saja ke dalam mulut Tutik yang kecil, itupun sudah terasa penuh benar. Tutik hampir sesak nafas dibuatnya. Kelihatan Tutik bekerja keras, menghisap, mengulum serta mempermainkan batang itu keluar masuk ke dalam mulutnya. Terasa benar kepala itu bergetar hebat setiap kali lidah Tutik menyapu kepalanya.Beberapa saat kemudian Mr. Gulam melepaskan diri, ia mengangkat badan Tutik yang terasa sangat ringan itu dan membaringkan di atas meja dengan pantat Tutik terletak di tepi meja, kaki kiri Tutik diangkatnya agak melebar ke samping, di pinggir pinggang lelaki tersebut. Kemudian Mr. Gulam mulai berusaha memasuki tubuh Tutik.
Tangan kanan Mr. Gulam menggenggam batang penisnya yang besar itu dan kepala penisnya yang membulat itu digesek-gesekkannya pada clitoris dan bibir kemaluan Tutik, hingga Tutitk merintih-rintih kenikmatan dan badannya tersentak-sentak. Mr. Gulam terus berusaha menekan senjatanya ke dalam kemaluan Tutik yang memang sudah sangat basah itu, akan tetapi sangat sempit untuk ukuran penis Mr. Gulam yang besar itu.Pelahan-lahan kepala penis Mr. Gulam itu menerobos masuk membelah bibir kemaluan Tutik. Ketika kepala penis lelaki India itu menempel pada bibir kemaluannya, Tutik merasa kaget ketika menyadari saluran vaginanya ternyata panas dan basah. Ia berusaha memahami kondisi itu, namun semua pikirannya segera lenyap, ketika lelaki itu memainkan kepala penisnya pada bibir kemaluannya yang menimbulkan suatu perasaan geli yang segera menjalar ke seluruh tubuhnya. Dalam keadaan Tutik yang sedang gamang dan gelisah itu, dengan kasar Mr. Gulam tiba-tiba menekan pantatnya kuat-kuat ke depan sehingga pinggulnya menempel ketat pada pinggul Tutik, rambut lebat pada pangkal penis lelaki tersebut mengesek pada kedua paha bagian atas dan bibir kemaluan Tutik yang makin membuatnya kegelian, sedangkan seluruh batang penisnya amblas ke dalam liang vagina Tutik. Dengan tak kuasa menahan diri, dari mulut Tutik terdengar jeritan halus tertahan, “Aduuuh!.., ooooooohh.., aahh”, disertai badannya yang tertekuk ke atas dan kedua tangan Tutik mencengkeram dengan kuat pinggang Mr. Gulam.
Perasaan sensasi luar biasa bercampur sedikit pedih menguasai diri Tutik, hingga badannya mengejang beberapa detik.Mr. Gulam cukup mengerti keadaan Tutik, ketika dia selesai memasukkan seluruh batang penisnya, dia memberi kesempatan kemaluan Tutik untuk bisa menyesuaikan dengan penisnya yang besar itu. Tutik mulai bisa menguasai diri. Beberapa saat kemudian Mr. Gulam mulai menggoyangkan pinggulnya, mula-mula perlahan, kemudian makin lama semakin cepat. Seterusnya pinggul lelaki India itu bergerak dengan kecepatan tinggi diantara kedua paha halus gadis ayu tersebut. Tutik berusaha memegang lengan pria itu, sementara tubuhnya bergetar dan terlonjak dengan hebat akibat dorongan dan tarikan penis lelaki tersebut pada kemaluannya, giginya bergemeletuk dan kepalanya menggeleng-geleng ke kiri kanan di atas meja. Tutik mencoba memaksa kelopak matanya yang terasa berat untuk membukanya sebentar dan melihat wajah gelap lelaki India yang sedang menatapnya, dengan takjub. Tutik berusaha bernafas dan …:” “Paak…, aahh…, ooohh…, ssshh”, sementara pria tersebut terus menyetubuhinya dengan ganas.Tutik sungguh tak kuasa untuk tidak merintih setiap kali Mr. Gulam menggerakkan tubuhnya, gesekan demi gesekan di dinding liang vaginanya, sungguh membuat Tutik melayang-layang dalam sensasi kenikmatan yang belum pernah dia alami. Setiap kali Mr. Gulam menarik penisnya keluar, Tutik merasa seakan-akan sebagian dari badannya turut terbawa keluar dari tubuhnya dan pada gilirannya Mr. Gulam menekan masuk penisnya ke dalam vagina Tutik, maka klitoris Tutik terjepit pada batang penis Mr. Gulam dan terdorong masuk kemudian tergesek-gesek dengan batang penis Mr. Gulam yang berurat itu. Hal ini menimbulkan suatu perasaan geli yang dahsyat, yang mengakibatkan seluruh badan Tutik menggeliat dan terlonjak, sampai badannya tertekuk ke atas menahan sensasi kenikmatan yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata.
Artikel Terkait
Lelaki tersebut terus menyetubuhi Tutik dengan cara itu. Sementara tangannya yang lain tidak dibiarkan menganggur, dengan terus bermain-main pada bagian dada Tutik dan meremas-remas kedua payudara Tutik secara bergantian. Tutik dapat merasakan puting susunya sudah sangat mengeras, runcing dan kaku. Tutik bisa melihat bagaimana batang penis yang hitam besar dari lelaki India itu keluar masuk ke dalam liang kemaluannya yang sempit. Tutik selalu menahan nafas ketika benda itu menusuk ke dalamnya. Kemaluannya hampir tidak dapat menampung ukuran penis Mr. Gulam yang super besar itu. Tutik menghitung-hitung detik-detik yang berlalu, ia berharap lelaki India itu segera mencapai klimaksnya, namun harapannya itu tak kunjung terjadi. Ia berusaha menggerakkan pinggulnya, akan tetapi paha, bokong dan kakinya mati rasa. Tapi ia mencoba berusaha membuat lelaki itu segera mencapai klimaks dengan memutar bokongnya, menjepitkan pahanya, akan tetapi Mr. Gulam terus menyetubuhinya dan tidak juga mencapai klimaks.Lalu tiba-tiba Tutik merasakan sesuatu yang aneh di dalam tubuhnya, sesuatu yang tidak pernah dia rasakan ketika bersetubuh dengan suaminya, rasanya seperti ada kekuatan dahsyat pelan-pelan bangkit di dalamnya, perasaan yang tidak diingininya, tidak dikenalnya, keinginan untuk membuat dirinya meledak dalam kenikmatan. Lanjut baca!

0 Response to "Cerita Ngentot Anal dan Vagina Tutik 3"
Posting Komentar