Explore Zona Dewasa

Kisah Ngentot Anal dan Vagina Tutik 2

 Tradingan.com - Semenjak kejadian itu Tutik berusaha melupakan nya tapi bayangan para pemerkosanya terus menghantui lalu dia pun bekerja sebagai sekretaris pada suatu group perusahaan besar dgn harapan bisa melupakan tapi.. Sudah menjadi kebiasaan di kantor Tutik di lantai 25, apabila setiap jam istirahat, Tutik lebih sering istirahat sambil makan makanan yang dibawa dari rumahnya, di ruang kerjanya sendirian. Hal ini rupanya sudah sejak lama diperhatikan oleh Mr. Gulam Singh, salah seorang tenaga ahli berasal dari India, yang bekerja di lantai 26. Mr. Gulam sangat tertarik melihat Tutik, karena Tutik yang berumur 29 tahun, adalah seorang gadis Jawa, yang sangat cantik. Mr. Gulam sendiri adalah seorang pria berumur mendekati 40 tahun, bekulit gelap dengan badan tinggi 178 cm dan besar, sedangkan kedua tangannya kekar terlihat berbulu lebat, apalagi pada bagian dada dan kakinya. Kedua pahanya terlihat sangat gempal.Tutik memang agak risih juga terhadap Mr. Gulam, karena setiap kali Mr. Gulam lewat depan ruangannya, Mr. Gulam selalu melirik dan melempar senyum kepadanya. 


Tutik agak ngeri juga melihat tampang Mr. Gulam yang berewokan itu dengan badannya yang gelap dan tinggi besar. Sampai pada suatu hari, pada hari itu Tutik ke kantor mengenakan baju terusan mini berwarna coklat muda yang memakai kancing depan dari atas sampai batas perut. Seperti biasa tepat jam 12 siang, para karyawan dan boss di lantai 25 sudah pada keluar kantor, sehingga di lantai 25 hanya tinggal Tutik sendiri yang sedang makan siang di ruangannya. Tiba-tiba Mr. Gulam melintas di depan ruangan Tutik dan terus menuju ke bagian ruangan sebelah barat. Tapi seluruh lantai 25 ternyata kosong, semua karyawan telah keluar makan siang. Begitu melintas di pintu keluar satu-satunya yang menuju lift, Mr. Gulam memutar kunci pada pintu keluar yang tertutup. Setelah itu Mr. Gulam kembali menuju ke ruangan Tutik yang terletak di ujung Timur itu.

Secara perlahan-lahan Mr. Gulam mendekati ruangan Tutik dan mengintip ke dalam, Tutik sedang duduk membelakangi pintu menghadap ke jendela kaca sambil makan.Secara perlahan-lahan Mr. Gulam masuk ke dalam ruangan kerja Tutik dan langsung mengunci pintunya dari dalam. Mendengar suara pintu terkunci Tutik menoleh ke belakang dan, tiba-tiba mukanya menjadi pucat. Dia segera berdiri dari tempat duduknya sambil berkata, “Sir, apa-apaan ini, kenapa anda masuk ke ruangan saya dan mengunci pintunya?”, tapi Mr. Gulam hanya memandang Tutik dengan tersenyum tanpa berkata apa-apa. Tutik semakin panik dan berkata, “Harap anda segera keluar atau saya akan berteriak!”. Tapi dengan kalem Mr. Gulam berkata, “silakan saja nona manis.., apabila anda mau menimbulkan skandal dan setiap orang di gedung ini akan mempergunjingkan kamu selama-lamanya”. Mendengar itu Tutik yang pada dasarnya agak pemalu menjadi ngeri juga akan akibatnya apabila ia berteriak. Bagaimana dia akan menaruh mukanya di hadapan teman-temannya sekantor apabila terjadi skandal.Sementara Tutik berada dalam keadaan ragu-ragu, dengan cepat Mr. Gulam berjalan medekat ke arah Tutik dan karena ruangan kerja Tutik yang sempit itu, begitu Tutik akan mundur untuk menghindar, dia langsung kepepet pada meja kerja yang berada di belakangnya. Dengan cepat kedua tangan Mr. Gulam yang penuh dengan bulu tersebut memeluk badan Tutik yang ramping dan mendekap Tutik ke tubuhnya. Karena badan Tutik yang sangat langsing dan dapat dikatakan tinggi kurus itu, lelaki tersebut merasakan seakan-akan memeluk kapas dan sangat ringkih sehingga harus diperlakukan dengan sangat lembut dan hati-hati.

Mr. Gulam memegang kedua lengan bagian atas tutik dekat bahu, sambil mendorong badan Tutik hingga tersandar pada meja kerja, kemudian Mr. Gulam mengangkat badan Tutik dengan gampang dan sangat hati-hati dan mendudukkannya di atas meja kerja Tutik, kemudian kedua tangan Tutik diletakan di belakang badannya dan dipegang dengan tangan kirinya. Badan Mr. Gulam dirapatkan diantara kedua kaki Tutik yang tergantung di tepi meja dan paha Mr. Gulam yang sebelah kiri menekan rapat pada tepi meja sehingga kedua paha Tutik terbuka. Tangan kiri Mr. Gulam yang memegang kedua tangan Tutik di belakang badan Tutik ditekan pada bagian pantat Tutik ke depan, sehingga badan Tutik yang sedang duduk di tepi meja, terdorong dan kemaluan Tutik melekat rapat pada paha sebelah kiri Mr. Gulam yang berdiri menyamping di depan Tutik.Tangan kanan Mr. Gulam yang bebas dengan cepat mulai membuka kancing-kancing depan baju terusan yang dikenakan Tutik. Badan Tutik hanya bisa menggeliat-geliat, “Jangan…, jangan lakukan itu!, stoooppp…, stoopppp”, akan tetapi Mr. Gulam tetap melanjutkan aksinya itu. Sebentar saja baju bagian depan Tutik telah terbuka, sehingga kelihatan dadanya yang kecil mungil itu ditutupi dengan BH yang berwarna putih bergerak naik turun mengikuti irama nafasnya. Perutnya yang rata dan mulus itu terlihat sangat mulus dan merangsang. Tangan kanan Mr. Gulam bergerak ke belakang badan Tutik dan membuka pengait BH Tutik. Kemudian Mr. Gulam menarik ke atas BH Tutik dan…, sekarang terpampang kedua buah dada Tutik yang kecil mungil sangat mulus dengan putingnya yang coklat muda agak tegang naik turun dengan cepat karena nafas Tutik yang tidak teratur.

“Oooohh…, ooohh…, jaanggaannn…, jaannnggaann!”. Erangan Tutik tidak dipedulikan oleh pria tersebut, malah mulut Mr. Gulam mulai mencium belakang telinga Tutik dan lidahnya bermain-main di dalam kuping Tutik. Hal ini menimbulkan perasaan yang sangat geli, yang menyebabkan badan Tutrik menggeliat-geliat dan tak terasa Tutik mulai terangsang juga oleh permainan Mr. Gulam ini.Mulut Mr. Gulam berpindah dan melumat bibir Tutik dengan ganas, lidahnya bergerak-gerak menerobos ke dalam mulut Tutik dan menggelitik-gelitik lidah Tutik. “aahh…, hmm…, hhmm”, terdengar suara mengguman dari mulut Tutik yang tersumbat oleh mulut Mr. Gulam. Badan Tutik yang tadinya tegang mulai agak melemas, mulut Mr. Gulam sekarang berpindah dan mulai menjilat-jilat dari dagu Tutik turun ke leher, kepala Tutik tertengadah ke atas dan badan bagian atasnya yang terlanjang melengkung ke depan, ke arah Mr. Gulam, payudaranya yang kecil mungil tapi bulat kencang itu, seakan-akan menantang ke arah lelaki India tersebut.Mr. Lanjut baca!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kisah Ngentot Anal dan Vagina Tutik 2"

Posting Komentar