Aopok.com - Hari ini aku dapat banyak kesempatan dalam pertemuan antar teman-teman arisan bulanan. Mereka memesan banyak pakaian untuk anak-anak maupun dewasa dalam rangka menyambut Lebaran 2026 besok. Sepatu, baju, kemeja, celana dan macam-macam lainnya yang aku bisa dapatkan dari pusat grosir di Mangga Dua untuk selanjutnya aku jual kepada teman arisan. Aku sudah menghitung setidaknya 300 potong baju akan habis dalam semingu ini. Belum sepatunya, accesoriesnya dan lain-lainnya.
Tanpa banyak pikir aku langsung panggil taksi menuju Mangga Dua untuk survey barang dan harganya. Hari Senin kebiasaan Jakarta adalah macet di mana-mana. Saat melewati Jl. Pemuda kemacetan ini telah terasa. Ke arah depan maupun ke arah balik sama-sama macetnya. Yang nampak hanyalah deretan mobil-mobil yang merangkak sangat membosankan dan membuat hati jengkel.
“Mobil bagus-bagus. Sayang bukan milik kita ya Bu,” tiba-tiba Abang sopir taksi nyeletuk.
“Iya Bang. Saya kalau pengin beli mesti nabung seratus tahun dulu baru kebeli. He, he…”
“Ah, masak sih Bu?”
“Kok, Abang nggak percaya?”
“Yaa.. Kalau menurut saya sih orang macam ibu kalau mau besok juga sudah dapet beli?”
“Ah, ngawur saja si Abang ini. Bagaimana caranya?” aku tahu Abang sopir memang suka berhumor ria untuk menghilangkan stressny saat macet macam ini.
“Yaachh, ibu. Ini khan Jakarta Bu. Ibu masih muda. Ibu masih nampak semangat. Masih banyak yang naksir, atuh,” jawabnya enteng sambil menyelipkan bahasa Sundanya.
“Emangnya suami saya mau taruh dimana?” sanggahku.
“Ah, maaf Bu. Saya kira ibu masih sendirian. Soalnya nampak masih muda banget, sih”
Dasar lelaki pinter saja membuat perempuan menjadi senang. Kami terdiam beberapa saat. Namun,
“Bener deh, Bu. Saya yakin paling ibu baru 22 atau 23 tahunan,” si Abang sopir menyambung lagi.
Saya merasa berbunga-bunga. Ternyata dalam pandangan orang aku masih begitu muda.
“Ah, Abang, sok tahu nih. Saya khan udah 28 tahun. Menikah sejak 4 tahun lalu. Memang belum punya anak saja”
“Kalau begitu awet muda banget ya, Bu”.
Kemudian terdiam lagi. Kembali aku mengamati kemacetan dan mobil-mobil bagus. Aku jadi mikir omongannya tadi. Si Abang bilang, kalau aku mau besok juga kebeli tuh mobil bagus. Aku jadi pengin tahu, bagaimana cara dapetin tuh mobil dan bagaimana hubungannya dengan ‘kalau aku mau’?
“Gimana tuh Bang, kalau saya mau dapetin mobil bagus menurut kata Abang tadi?” tanyaku lugu.
Terkait
“Bener nih Bu. Pengin dapetin tuh mobil bagus?” tanyanya kepastian maksud saya.
“Ya, bener dong. Masa nggak mau mobil bagus sih,” jawabku kembali.
“Begini Bu, tetapi jangan marah ya kalau ibu angap saya kurang ajar,” ujarnya santun.
“Enggak deh Bang,” karena keingin tahuanku aku cepat menyergahnya,
“Ada orang nih, namanya Pak Purnawan, dia seorang pengusaha sukses, udah bapak-bapak sih kira-kira 45 tahunan. Tempo hari numpang taksi saya karena kebetulan mobil mewahnya sedang di bengkel. Tuh bapak pesen kalau ada ibu-ibu atau gadis yang cantik, nampak anggun, terhormat, santun dan tampak seusia ibu ini tuh bapak pengin ditemenin makan siang dan berbagai kegiatan dia lainnya di hotel mewah. Bapak itu katanya mau memberikan jasa sebesar Rp. 1 juta per 1 jam untuk nemenin makan atau minum bersama, katanya,” sopir taksi menutup kata-katanya.
Aku memikir sesaat, pasti bapak itu lelaki iseng yang pengin menggoda perempuan macam aku. Tetapi ah, masak untuk menggoda saja dia mau membayar aku Rp. 1 juta per jam. Aku lantas berhitung, kalau dari pagi sampai sore macam orang kerja jadinya Rp. 8 juta, dong. Kalau selama 1 bulan terus menerus berarti aku akan mendapat Rp. 240 juta dong. Ah, masak sih segitu mudahnya. Tiba-tiba si Abang kembali nyeletuk, Wajib baca!

0 Response to "Viral Ngentot Anus dan Vagina di Arisan Syahwat 1"
Posting Komentar